Caleg Gagal di Kota Probolinggo, terbukti tidak stress

PROBOLINGGO – Prediksi akan banyak caleg stres usai pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) 2009 ternyata tidak terbukti. Setidaknya, ini bisa dilihat dari kondisi Pusat Rehabilitasi Nioro-Psikiatri RS Hidayatullah Kota Probolinggo yang kosong melompong.

Tidak ada pasien baru di tempat yang memberikan perawatan khusus untuk syaraf itu. Padahal, Pileg 2009 sudah berlangsung enam hari lalu. Proses penghitungan atau rekapitulasi suara pun makin mendekati final. Artinya, makin jelas siapa saja caleg yang berhasil atau gagal menjadi anggota legislatif.

Saat Radar Bromo mengunjungi rumah sakit di Jl Supriadi 1 itu, hanya ada seorang pasien yang sedang menjalani perawatan dan tiga karyawan rumah sakit. Gayu salah satu karyawan menyatakan, sampai saat ini tidak ada satu pun caleg dalam Pileg 2009 yang dirawat di RS Hidayatullah. Bahkan, yang sekedar berkonsultasi juga tidak ada.

Apa penyebabnya, Gayu mengaku tidak tahu. Menurutnya, mungkin saja para caleg legowo dengan hasil Pileg 2009, atau mungkin juga ada sebab lain. “Entah Mas, sampai saat ini tidak ada caleg yang datang ke sini. Mungkin mereka hanya pusing-pusing dikit aja,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain itu, Radar Bromo juga mengunjungi Lien Jie, salah satu pengobatan alternatif di Kelurahan Sukoharjo, Kota Probolinggo. Gunawan, 36, pengelola sekaligus yang biasa mengobati di Lien Jie menyatakan, belum ada caleg yang datang untuk minta bantuannya.

Namun dikatakannya, bukan tidak mungkin besok atau lusa akan ada caleg yang datang. Mengingat pertarungan dalam Pileg 2009. Banyak caleg yang gagal, meskipun telah mengeluarkan modal banyak.

“Saat ini belum, mungkin besok atau lusa akan datang juga. Kan lebih banyak yang kalah dari pada yang menang,” tutur Gunawan. Dia menyarankan, hendaknya para caleg dan keluarganya tidak malu untuk meminta bantuan jika memang ada masalah.

Menurutnya, ini penting dilakukan untuk memperingan masalah. Terlebih bantuan dari psikiater atau orang-orang pintar. Dengan cara seperti itu, paling tidak masalah yang dihadapi akan lebih ringan. Meskipun, tidak bisa menyelesaikan seluruh masalah. “Mungkin orang lain itu bisa membantu,” ujarnya.

Sumber : Jawa Pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: