LPUM Probolinggo Kembangkan Intensif Bioethanol dari tanaman Sorgum

Lembaga Pengembangan Usaha Mandiri (LPUM) Bioethanol yang berbasis di Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur, segera mengembangkan tanaman sorgum sebagai bahan baku pembuatan bioethanol (bahan bakar nabati) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kami akan kembangkan tanaman sorgum di Bima dan pemerintah kabupaten setempat sudah menyediakan lahannya,” kata Direktur LPUM Bioethanol Probolinggo, Heri Prasetya, kepada wartawan di Mataram, Senin (3/8). Ia mengaku, baru saja mendapat laporan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima, Rendra Farid yang menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bima sudah menyediakan lahan seluas 1.000 hektare untuk ditanami shorgum. Menurut dia, sorgum selaku tanaman serealia (biji-bijian) merupakan tanaman yang memiliki manfaat multi guna. Selain bijinya digunakan sebagai bahan pangan, batang dan daunnya untuk pakan ternak, maka gula yang terkandung dalam biji (karbohidrat) atau cairan/jus/nira batang (sorgum manis) dapat diproses menjadi bioethanol. Satu hektare lahan dapat menghasilkan 10 ton batang sorgum untuk bahan baku bioethanol, dengan umur panen 2,5 bulan. “Kalau di Jawa Timur, harga biji sorgum mencapai Rp800/kilogram dan setiap kwintal batang sorgum dihargai dengan Rp5.000, namun tanaman sorgum bisa dipanen 4-5 kali setahun,” ujarnya. Heri juga mengaku akan menjalin kerjasama dengan PT Borobudur Agro Energi yang berbasis di Gombong, Kabupaten Pasuruan, untuk mengembangkan tanaman sorgum sebagai bahan baku bioethanol itu.

PT Borobudur Agro Energi merupakan produsen pupuk subali (subur alami) yang telah beredar di pasaran, termasuk yang telah digunakan petani untuk meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Dompu dan Bima. “Batang sorgum yang diolah untuk menghasilkan bioethanol menghasilkan sisa (residu) yang mengandung unsur Nitrogen (N), Kalium (K) dan Phospat (P) serta senyawa lain selaku bahan pembuatan pupuk subali,” ujarnya. Diakuinya, rencana pengembangan tanaman sorgum pada areal seluas 1.000 hektare di Kabupaten Bima itu merupakan bagian dari upaya pengembangan teknologi pengolahan bioethanol di wilayah NTB yang tengah digelutinya. Dalam proses pengembangan bioethanol berbasis industri rumah tangga di wilayah NTB itu, pihaknya menyediakan peralatan pengolahan batang sorgum dan bahan baku bioethanol lainnya seperti molase (tetes tebu), nira dan singkong untuk menghasilkan Bahan Bakar Nabati (BBN) bioethanol. Peralatan pengolahan bioethanol yang sangat sederhana seharga Rp7,5 juta yang beredar di masyarakat NTB baru 10 unit dari target 3.000 unit yang dialokasikan. “Tiga ribu unit itu untuk masyarakat di Pulau Lombok, kalau di Pulau Sumbawa kami tergetkan hanya 750 unit setiap kabupaten/kota. Jika semuanya beroperasi maka produksi bioethanol dapat mencapai 150 ton per hari,” ujarnya. Heri menambahkan, jika upaya pengembangan bioethanol di wilayah NTB itu terealisasi sesuai rencana, maka NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mampu menjadi daerah mandiri energi.

Sumber : Kapan Lagi.com

5 Tanggapan

  1. di mna alamat pemasaran pupuk ion organik cair (SUBALI) DI banyuwangi ..???

  2. hai… teman teman komunitas bio ethanol,saat ini saya udah mendesain dan membuat beberapa prototype mesin destilator bio ethanol dari sistim bacth kapasitas 100 ltr s/d 300 ltr perhari.
    untuk hasil produksi ethanol diatas 250 ltr perhari sebaiknya gunakan sistim still continue dalam skala rumahan dengan hasil kadar 70% ~ 95,5%.
    dan sekarang berkembang dengan beberapa suplemen komponen untuk memperbaiki kadar,bau juga warna,
    bio ethanol menjadi up 96% ~ 99,9 % dengan metode menggunakan dehidrator pada umumnya atau yang lebih mudah lagi dengan alat vacuum purity yang dapat di pasang ke semua jenis mesin destilasi.
    ada 3 type dari yang mengangkat kadar ethanol 85%~90% menjadi up 96% s/d 99,9% kapasitas output:15 s/d 25 ltr perjam,
    25ltr s/d 50 ltr perjam
    dan skala industri up 50 ltr per jam nya..bagi yang berminat silahkan email ke ; marcelharry_tjuanda@yahoo.com atau kontak aja di 081281858737

  3. mohon info lengkap utk mesin pembuatan ethanol dari sweet sorgum lengkap dengan kapasitas 1000-2000 ltr perhari.

    terimakasih

    Suman Hadi

  4. kapan dikembangkan di kab.sumbawa kami menunggu dan siap bantu trim.

    .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: